Minggu, 20 September 2009

Cerpen: Anggota Bersepeda

Pagi yang cerah itu Lyne pergi berangkat ke sekolahnya. Rumah Lyne cukup jauh dari sekolah, jadi dia diantar oleh ayahnya naik mobil. “Uhg… asap knalpot ada di mana-mana,” gerutu Lyne. “Tutup saja jendelanya,” kata ayah. Lyne langsung menutup jendela

mobil. Sesampainya di sekolah, Lyne turun dari mobil dan melambaikan tangannya pada ayahnya.

Lalu,Lyne melihat pengumuman di mading:

Cintailah lingkunganmu dengan mengikuti grup bersepeda ini setiap hari Minggu.

Anggota akan bersepeda dari rumahnya, sampai tempat refreshing yang akan

kami tentukan nanti.

Syarat: Punya rasa peduli pada lingkungan.

Punya mental yang kuat

Laki-laki/ perempuan.

Pendaftaran di gedung penelitian alam.

“Wah, bagus juga sepertinya akan mengasyikan,” gumam Lyne

Lyne lalu beranjak masuk ke kelas. Persy yang melihat sahabatnya itu,

Langsung menghampirinya. “Hey Lyne, wah kamu terlihat senang pasti

ada sesuatu,” kata Persy. “Aku barusan melihat pengumuman di mading coba

kamu lihat deh,” jawab Lyne. Setelah Persy melihat pengumuman di mading, Persy pun

menyetujui. “Wah boleh juga, tapi aku izin orangtuaku dulu ya,” kata Persy.

“Baiklah,” jawab Lyne.

Sepulang sekolah Lyne dijemput oleh ayahnya.

“Asap lagi, asap lagi,” keluh Lyne. “Ya mau bagaimana lagi, jalanan sudah dipenuhi

kendaraan yang terlalu banyak jumlahnya,” jelas ayah. “Oh ya, boleh tidak aku mendaftarkan diri sebagai grup bersepeda?” Tanya Lyne. “Boleh, kalau kau mau,” jawab

ayah. “Besok hari Sabtu, aku dan Persy akan pergi ke gedung penelitian alam ,untuk

mendafatarkan diri,” kata Lyne.

Esok harinya, Persy sudah mengunjungi rumah Lyne.

“Hey aku senang kau datang,” kata Lyne.

“Kau sudah siap?” Tanya Persy

“Tentu.”

Lalu mereka pergi menaiki mobilnya Lyne.

Setelah sampai di gedung penelitian alam, Lyne dan Persy melihat banyak

kerumunan orang. Umurnya dari mulai 11 tahunan sampai 19 tahun.

“Hai salam kenal ya, namaku Vira namamu?”

“ Oh, namaku Lyne, ini temanku namanya Persy,” jawab Lyne

“Salam kenal ya,” kata Persy.

Setelah itu, mereka mendaftarkan diri. “Semua anggota diharap berkumpul di aula,” terdengar suara pengumuman. Setelah pembingbing menjelaskan, semua kerumunan pulang dari gedung penelitian alam.


Esok harinya

Jam weker berbunyi. Lyne bangun pagi sekali untuk mengedarai sepeda dari rumahnya sampai tempat refreshing yang letaknya dekat gedung penelitian alam. Setelah Lyne sudah siap, terdengar ketukan pintu. Lyne membukakan pintu.

“Lyne apakah kau sudah siap?” Kata Persy.

“Ya, ayo berangkat,” kata Lyne.

Mereka mengendarai sepeda bersama. Tempat refreshing itu memang cukup jauh, namun

Mereka tetap bersemangat. Sampailah mereka di tempat refreshing. “Wah pohon-pohon di sini banyak, ada pohon apel, pohon jeruk”, gumam Persy. “Ya, dan semua ini gratis,” kata Lyne. Lalu mereka langsung memetik satu biji buah, terasa segar.

Setelah seminggu menjadi anggota bersepeda, Lyne dan Persy makin peduli lingkungan,

“Wah, asyik juga ikut grup bersepeda ini kita makin cinta lingkungan,” kata Lyne. “Betul, selama menjadi anggota, akan selalu bisa refreshing dan menikmati buah yang segar juga”, jawab Persy. Mereka berdua pun tertawa.

Kamis, 20 Agustus 2009

Blog ke-2

Halo semua, aku punya blog yang ke-2, yaitu: http://galuhkr.multiply.com/ tapi blogspot ini tetap dipakai kok. Kunjungi juga ya..... Trims..
^_^

Minggu, 02 Agustus 2009

Sang Juara

Aku tahu aku bisa,
untuk menjadi sang juara
Hanya perlu mencoba
Untuk bisa menjadi sang juara
Ketika aku lelah untuk mencoba,
aku tetap mencoba disemangati
orangtuaku. Aku akan berusaha
dan berdoa 'tuk menjadi sang juara.


Rabu, 08 Juli 2009

Cerpen: Akhirnya jadi sahabat.

"Huh, sebal." Dengus Elina. Setiap sekolah Elina selalu begitu. "Eh, kamu kok murung begitu sih?" Kata Menny. "Ya, biasa anak nakal itu mengejekku." Kata Elina. "Kalau dia mengejekmu biarin saja, nanti mereka capek sendiri." Kata Menny. Akhirnya Elina sampai di rumahnya. Karena masih sebal, Elina langsung masuk ke kamarnya dan merebahkan diri di kasur."Oh iya, nanti sore kan ada bimbel di sekolah, anak nakal itu pasti akan datang. Biarin aja lah, ga usah dipikirin." Kata Elina. "Makan dulu dong, kok langsung masuk kamar?" Kata ibu. "Tunggu sebentar bu." Jawab Elina.


Setelah makan, Elina menonton televisi. Kring... kring... telepon berbunyi. Elina mengangkat telepon.

Elina:"Halo ini siapa ya?"

Mark(si anak nakal): "Aku Mark, eh kamu mau ikut bimbel ga?"

Elina: "Kamu jangan sok ramah, kamu bikin aku sebal tauk!"

Mark:"Siapa yang sok ramah? Aku cuma mau bilang sekarang udah jam 4 sore kamua hampir telat tuh."

Elina:"Jam empat? Ga mungkin jam tangan ku menunjukkan jam 3 sore."

Mark: " Jam kamu udah rusak dan ga bisa berfungsi


Mark menutup telepon tanpa mengucapkan salam penutup. Elina panik. "Wah jangan-jangan jam tangan ku udah ga berfungsi. Aku harus cepat pergi." " Eh, kamu mau kemana?" Tanya ibu. "Mau pergi bimbel bu, udah telat nih" Jawab Elina. "Baru jam 3 sore satu jam lagi kok," kata ibu. Elina makin tambah sebal saja. Sekarang sudah jam 4, waktunya Elina pergi bimbel. "Bu, aku pergi dulu."Kata Elina. Ibu hanya menganggukan kepala.

Sesampainya di tempat bimbel dekat perpustakaan sekolah Elina langsung masuk ruangan. Ternyata belum dimulai. Tak lama murid-murid masuk ke tempat bimbel. "Lho, kamu kok murung lagi sih?" Kata Menny. "Anak nakal itu atau Mark selalu mengganggu."Jawab Elina. "Sudah kubilang kamu biarin saja, kalau kamu tambah sebal nati dia makin suka mengganggumu." Jelas Menny.

Keesokan harinya, Mark telah menunggu di pintu gerbang. Elina terlihat bingung. "Elina maafkan aku ya, aku selalu mengejekmu maaf ya, bagaimana kalau kita jadi sahabat?" Kata Mark. "Ya sudah aku maafin dan kamu boleh jadi sahabatku." Jawab Elina. " Bagaimana caraku berhasil kan?" Kata Menny. "Ya, caramu berhasil terimakasih ya." Kata Elina. Akhirnya mereka pun menjadi sahabat dan tidak bermusuhan lagi.

Rabu, 24 Juni 2009

Cerpen:Menari

Pagi-pagi sekali Rena sudah ada di sekolah. Dia terlihat bersemangat sekali. Silvy sudah ada menunggu Rena di gerbang sekolah. "Ren, aku mau ngajak kamu latihan menari kalau kamu mau." Kata Silvy. "Wah, aku ingin sekali ikut, di mana lokasinya?" Tanya Rena. "Di dekat rumahku, jam 03.00 sore." Jawab Silvy. Lalu mereka segera masuk ke kelas.
Pelajaran pertama adalah matematika, mereka mengerjakkan soal di papan tulis.
Bel pun berbunyi, mereka langsung pulang. "Ren, aku tunggu ya di tempat latihannya, da.." Ucap Silvy. "Ok," kata Rena.

Dia pulang ke rumahnya dengan perasaan senang. "Ibu aku ikut latihan menari, dekat rumah Silvy," ujar Rena. "Jam berapa?" Kata ibu. "Jam 03.00 sore," jawab Rena. Jam menunjukkan pukul 03.00 sore, Rena harus cepat kesana. Karena jarak yang ditempuh tidak terlalu jauh, maka Rena jalan kaki saja. "Anak-anak ada murid baru," jelas Bu Lina. "Namaku Rena." Rena memperkenalkan diri. "Aku senang kau datang," kata Silvy. Lalu mereka memulai latihannya. Jam menunjukkan pukul 04.00 sore berarti mereka harus pulang.

Besoknya Rena latihan menari lagi. "Anak-anak besok kan tanggal 17 Agustus, kalian akan diikutsertakan lomba menari, kalian yang terpilih akan berlatih sanpai jam 05.00," kata Bu Lina. "Yang tepilih adalah Nanda, Putri, Monica, dan Silvy."Kata Bu Lina. Rena ikut senang sahabatnya terpilih.
Besoknya disekolah, seperti biasa Silvy menunggu Rena. "Vy, aku senang kamu terpilih untuk ikut lomba menari," kata Rena. "Terimakasih ya," kata Silvy

Rena pulang bersama dengan Silvy. "Vy, lomba nya di mana?" Tanya Rena. "Di gedung pameran dekat stadiun sepak bola," jawab Silvy. Sesampai di rumahnya, Rena langsung masuk kamarnya. Sebenarnya Rena sedih, kenapa dia tak bisa seperti Silvy sahabatnya? Silvy menari dengan lemah gemulai. "Aku tak boleh sedih, bisa-bisa aku jadi iri kepada Silvy, dia kan, sahabatku," kata Rena.

Sorenya, Rena mendatangi gedung pameran untuk melihat sahabatnya menari. Rena tidak ingin mengecewakannya. Lomba pun dimulai. Ketika giliran Nanda, Putri, Monica, dan Silvy tampil, Rena sangat senang. Tarian pun selasai, Rena pulang kerumahnya. Sekarang dia tidak sedih lagi, mungkin di kesempatan lain dia terpillih untuk lomba menari. Besoknya Silvy terlihat gembira, tak lama kemudian, Rena datang. "Ren, kita juara ke1!" Kata Silvy. "Wah, selamat ya, Silvy." kata Rena.Mereka pun segera masuk kelas.

Selasa, 26 Mei 2009

Cerpen: Nick si kurcaci

Pada suatu hari hiduplah lima kurcaci di sebuah pedesaan, mereka suka bekerja, setiap hari mereka selalu pergi keliling pedesaan sebagai penjual kayu bakar. Tetapi Nick si kurcaci paling tua kerjanya cuma mengeluh saja. Setelah keliling pedesaan, tetap saja tidak ada yang mau membeli. "Uhh.. aku capek keliling desa terus, andai saja kita tak usah berusaha seperti ini," keluh Nick. "Nick, jangan mengeluh terus dong, aku dan yang lainnya juga capek," kata Robbert. Setelah itu mereka menemukan tempat untuk istirahat. Lalu mereka tertidur, tetapi Nick tidak bisa tidur, dia sedih  memikirkan nasibnya.

Lalu Nick tertidur. Setelah bangun dari tidurnya, Nick melihat teman-temannya masih tidur. "Ayo bangun teman-teman bangun!" Kata Nick. "Nick, mengapa kau terlihat bersemangat? Tak seperti biasanya," kata Billy. Nick berkata, "Aku bukan Nick si pengeluh lagi, sekarang aku lebih bersemangat dari sebelumnya." Lalu mereka berkeliling pedesaan lagi. Ternyata ada yang mau membeli. Setelah berkeliling pedesaan, mereka menghitung uang hasil berjualan. "30.000, 40.000, 50.000 rupiah,"kata Benny. "Akhirnya kita mendapatkan uang yang banyak," kata Ron. "Kita juga harus bersyukur teman-teman," kata Nick. "Aku senang kau telah berubah menjadi Nick yang baru dan bersemangat," kata Robbert.

Hari-hari berikutnya Nick tetap menjual kayu bakar dengan bersemangat, dan hati yang ikhlas. 

Jumat, 15 Mei 2009

Ikan hias.

Siapa yang punya ikan dirumah? Kalau belum punya kalian boleh beli. Kalau teman2 yang pertama kali punya ikan, teman2 harus:

1. Masukan ikan ke dalam akuarium, sebelumnya akuarium diisi air dulu. Jangan lupa pasang regulator, bisa dibeli di toko ikan. Regulator itu perlu agar ikan dapat bertahan lama. Kita juga harus beli filter buat menyaring kotoran, kita bisa menyimpannya di kotak regulator. Kalau ikannya besar, akuarium nya juga besar. Kalau ikannya kecil, bisa digabung dengan ikan kecil lain, tapi jangan sama ikan yang galak, akibatnya ikan yang satunya lagi, bakalan mati (ih, serem).

2. Jangan lupa bersihkan akuarium, biasanya kalau sudah terlihat kotor dan airnya tidak jernih . Caranya, ambil ikan dari dalam akuarium pindahkan dulu ke dalam ember berisi air. Tumpahkan air dalam akuarium di kamar mandi atau halaman rumah. Lalu kita bersihkan akuarium menggunakan sponge ( luar dan dalam akuarium). Kita juga bersihkan regulator (soalnya suka ada lumut hijau). Kalau sudah bersih, isi akuarium dengan air jangan terlalu penuh. Lalu kita pasang regulator, filter nya diganti dengan yang baru. Nyalakan regulatornya. Masukan ikan yang ada dalam ember  berisi air, ke dalam akuarium.

3. Ikan juga perlu makanan seperti, cacing kering, cacing hidup ukuran kecil bisa dibeli di toko ikan. Kalau yang punya ikan arwana, ikan itu suka makan cicak, kecoak. Ikan itu omnivora lho. Ikan juga suka makan lumut.

4. Kita juga bisa beli hiasan di toko ikan. Kalau bisa hiasan yang hidup. Kita juga boleh memasukkan batu kecil ke akuarium, biasanya tumbuh lumut dari batu, dan ikan suka memakannya. Teman2 juga bisa membuat hiasan sendiri.

Selamat mencoba  memelihara ikan hias..