Minggu, 26 April 2009

Buku matematika

Pagi itu, Kania bangun dan sesampainya di sekolah, murid-murid berkerumun. "Ada apa sih?" tanya Kania. "Gawat Kan, aku pasti dimarahi Bu Ana ." Kata Nia. "Memangnya kamu melakukan kesalahan apa?"Kata Kania. "Kemarin, aku dipinjami buku pelajaran matematika oleh Bu Ana, tapi sekarang buku itu hilang." Kata Nia. Krinngg, bel tanda masuk kelas berdering. Murid-murid masuk kelas. Tapi sekarang yang mengajar pelajaran matematika bukan Bu Ana, tetapi  Bu Ina. "Anak- anak, sekarang Bu Ana tidak mengajar karena, ada perlu,"jelas Bu Ina.

Jam menunjukkan pukul 12.00. Berarti mereka pulang. Di perjalanan, Kania membayangkan Bu Ana marah besar pada Nia sahabatnya. Kania telah sampai di rumahnya, lalu ada yang mengetuk pintu. Kania membuka pintu rumahnya. "Nia, ada apa datang kemari?" Tanya Kania.  "Kamu bisa bantu aku menemukan buku matematika ga?" Kata Nia. "Oke, sebelumnya, Aku kerumahmu saja, mungkin buku itu ketinggalan dirumahmu," kata Kania. Lalu mereka berdua mencari buku matematika milik Bu Ana. Setelah satu jam berlalu, tidak ditemukan apa-apa. 

Mereka ber dua lalu istirahat, sejenak sebelum mencari lagi. Tiba-tiba, Nia teringat, dia sempat belajar kelompok bersama Leni dan Lena, siapa tahu kalau bukunya tertinggal disana. Sesampainya di rumah Leni dan Lena, ternyata Lena tidak ada  di  rumah tapi untungnya masih ada Leni. "Kania, Nia, kalian mau apa sih? Kata Leni. "Len, kemarin kita kan belajar kelompok, kamu lihat buku matematika ku tidak? Kata Nia. 

"Oh, aku melihat buku matematika mu ketinggalan di ruang tamu, lalu aku menitipkan buku itu kepada Ami," kata Leni. Setelah itu mereka berdua pergi ke rumah Ami. Sesampainya di rumah Ami, Nia langsung heran melihat Ami yang sepertinya tegang. "Ami kamu kenapa?"Kata Nia. "Aku tahu, kalian pasti mencari buku matematika itu, sebenarnya buku itu rusak tapi sudah aku ganti dengan yang baru," kata Ami. Nia dan Kania lalu pergi ke rumah masing-masing.

Esok harinya, Bu Ana kembali mengajar. "Anak-anak, maaf ibu kemarin tidak mengajar," kata Bu Ana. Nia langsung memberikan buku matematika itu. "Maaf, bu sebenarnya itu buku matematika yang baru, buku matematika yang lama sudah rusak," kata Nia. "Ya sudah ibu maafkan, lain kali kalau di kasih pinjam jangan sampai hilang ya," kata Bu Ana. Ternyata Bu Ana tidak segalak yang Nia pikir. Ternyata masalah bisa terselesaikan dengan baik,jika kita mau berusaha dan berbicara apa adanya.  

0 komentar: