Pada suatu hari hiduplah lima kurcaci di sebuah pedesaan, mereka suka bekerja, setiap hari mereka selalu pergi keliling pedesaan sebagai penjual kayu bakar. Tetapi Nick si kurcaci paling tua kerjanya cuma mengeluh saja. Setelah keliling pedesaan, tetap saja tidak ada yang mau membeli. "Uhh.. aku capek keliling desa terus, andai saja kita tak usah berusaha seperti ini," keluh Nick. "Nick, jangan mengeluh terus dong, aku dan yang lainnya juga capek," kata Robbert. Setelah itu mereka menemukan tempat untuk istirahat. Lalu mereka tertidur, tetapi Nick tidak bisa tidur, dia sedih memikirkan nasibnya.
Lalu Nick tertidur. Setelah bangun dari tidurnya, Nick melihat teman-temannya masih tidur. "Ayo bangun teman-teman bangun!" Kata Nick. "Nick, mengapa kau terlihat bersemangat? Tak seperti biasanya," kata Billy. Nick berkata, "Aku bukan Nick si pengeluh lagi, sekarang aku lebih bersemangat dari sebelumnya." Lalu mereka berkeliling pedesaan lagi. Ternyata ada yang mau membeli. Setelah berkeliling pedesaan, mereka menghitung uang hasil berjualan. "30.000, 40.000, 50.000 rupiah,"kata Benny. "Akhirnya kita mendapatkan uang yang banyak," kata Ron. "Kita juga harus bersyukur teman-teman," kata Nick. "Aku senang kau telah berubah menjadi Nick yang baru dan bersemangat," kata Robbert.
Hari-hari berikutnya Nick tetap menjual kayu bakar dengan bersemangat, dan hati yang ikhlas.
4 komentar:
hai galuh. kenalin, aku audi. kamu temennya sarah grace, ya? aku suka cerita yang satu ini. cuma perlu dipanjangin dikit ajah.
ya, aku temenya sarah grace. Ok.
ohya, omong2 alamat blog nya sarah apasih?
iya, tapi alamat blog sarah apa sih? kamu tw ga?
Poskan Komentar