Rabu, 24 Juni 2009

Cerpen:Menari

Pagi-pagi sekali Rena sudah ada di sekolah. Dia terlihat bersemangat sekali. Silvy sudah ada menunggu Rena di gerbang sekolah. "Ren, aku mau ngajak kamu latihan menari kalau kamu mau." Kata Silvy. "Wah, aku ingin sekali ikut, di mana lokasinya?" Tanya Rena. "Di dekat rumahku, jam 03.00 sore." Jawab Silvy. Lalu mereka segera masuk ke kelas.
Pelajaran pertama adalah matematika, mereka mengerjakkan soal di papan tulis.
Bel pun berbunyi, mereka langsung pulang. "Ren, aku tunggu ya di tempat latihannya, da.." Ucap Silvy. "Ok," kata Rena.

Dia pulang ke rumahnya dengan perasaan senang. "Ibu aku ikut latihan menari, dekat rumah Silvy," ujar Rena. "Jam berapa?" Kata ibu. "Jam 03.00 sore," jawab Rena. Jam menunjukkan pukul 03.00 sore, Rena harus cepat kesana. Karena jarak yang ditempuh tidak terlalu jauh, maka Rena jalan kaki saja. "Anak-anak ada murid baru," jelas Bu Lina. "Namaku Rena." Rena memperkenalkan diri. "Aku senang kau datang," kata Silvy. Lalu mereka memulai latihannya. Jam menunjukkan pukul 04.00 sore berarti mereka harus pulang.

Besoknya Rena latihan menari lagi. "Anak-anak besok kan tanggal 17 Agustus, kalian akan diikutsertakan lomba menari, kalian yang terpilih akan berlatih sanpai jam 05.00," kata Bu Lina. "Yang tepilih adalah Nanda, Putri, Monica, dan Silvy."Kata Bu Lina. Rena ikut senang sahabatnya terpilih.
Besoknya disekolah, seperti biasa Silvy menunggu Rena. "Vy, aku senang kamu terpilih untuk ikut lomba menari," kata Rena. "Terimakasih ya," kata Silvy

Rena pulang bersama dengan Silvy. "Vy, lomba nya di mana?" Tanya Rena. "Di gedung pameran dekat stadiun sepak bola," jawab Silvy. Sesampai di rumahnya, Rena langsung masuk kamarnya. Sebenarnya Rena sedih, kenapa dia tak bisa seperti Silvy sahabatnya? Silvy menari dengan lemah gemulai. "Aku tak boleh sedih, bisa-bisa aku jadi iri kepada Silvy, dia kan, sahabatku," kata Rena.

Sorenya, Rena mendatangi gedung pameran untuk melihat sahabatnya menari. Rena tidak ingin mengecewakannya. Lomba pun dimulai. Ketika giliran Nanda, Putri, Monica, dan Silvy tampil, Rena sangat senang. Tarian pun selasai, Rena pulang kerumahnya. Sekarang dia tidak sedih lagi, mungkin di kesempatan lain dia terpillih untuk lomba menari. Besoknya Silvy terlihat gembira, tak lama kemudian, Rena datang. "Ren, kita juara ke1!" Kata Silvy. "Wah, selamat ya, Silvy." kata Rena.Mereka pun segera masuk kelas.

1 komentar:

cerita audi mengatakan...

ceritanya bagus, thank's juga uda kasi komen blog aku