"Huh, sebal." Dengus Elina. Setiap sekolah Elina selalu begitu. "Eh, kamu kok murung begitu sih?" Kata Menny. "Ya, biasa anak nakal itu mengejekku." Kata Elina. "Kalau dia mengejekmu biarin saja, nanti mereka capek sendiri." Kata Menny. Akhirnya Elina sampai di rumahnya. Karena masih sebal, Elina langsung masuk ke kamarnya dan merebahkan diri di kasur."Oh iya, nanti sore kan ada bimbel di sekolah, anak nakal itu pasti akan datang. Biarin aja lah, ga usah dipikirin." Kata Elina. "Makan dulu dong, kok langsung masuk kamar?" Kata ibu. "Tunggu sebentar bu." Jawab Elina.
Setelah makan, Elina menonton televisi. Kring... kring... telepon berbunyi. Elina mengangkat telepon.
Elina:"Halo ini siapa ya?"
Mark(si anak nakal): "Aku Mark, eh kamu mau ikut bimbel ga?"
Elina: "Kamu jangan sok ramah, kamu bikin aku sebal tauk!"
Mark:"Siapa yang sok ramah? Aku cuma mau bilang sekarang udah jam 4 sore kamua hampir telat tuh."
Elina:"Jam empat? Ga mungkin jam tangan ku menunjukkan jam 3 sore."
Mark: " Jam kamu udah rusak dan ga bisa berfungsi
Mark menutup telepon tanpa mengucapkan salam penutup. Elina panik. "Wah jangan-jangan jam tangan ku udah ga berfungsi. Aku harus cepat pergi." " Eh, kamu mau kemana?" Tanya ibu. "Mau pergi bimbel bu, udah telat nih" Jawab Elina. "Baru jam 3 sore satu jam lagi kok," kata ibu. Elina makin tambah sebal saja. Sekarang sudah jam 4, waktunya Elina pergi bimbel. "Bu, aku pergi dulu."Kata Elina. Ibu hanya menganggukan kepala.
Sesampainya di tempat bimbel dekat perpustakaan sekolah Elina langsung masuk ruangan. Ternyata belum dimulai. Tak lama murid-murid masuk ke tempat bimbel. "Lho, kamu kok murung lagi sih?" Kata Menny. "Anak nakal itu atau Mark selalu mengganggu."Jawab Elina. "Sudah kubilang kamu biarin saja, kalau kamu tambah sebal nati dia makin suka mengganggumu." Jelas Menny.
Keesokan harinya, Mark telah menunggu di pintu gerbang. Elina terlihat bingung. "Elina maafkan aku ya, aku selalu mengejekmu maaf ya, bagaimana kalau kita jadi sahabat?" Kata Mark. "Ya sudah aku maafin dan kamu boleh jadi sahabatku." Jawab Elina. " Bagaimana caraku berhasil kan?" Kata Menny. "Ya, caramu berhasil terimakasih ya." Kata Elina. Akhirnya mereka pun menjadi sahabat dan tidak bermusuhan lagi.
Sesampainya di tempat bimbel dekat perpustakaan sekolah Elina langsung masuk ruangan. Ternyata belum dimulai. Tak lama murid-murid masuk ke tempat bimbel. "Lho, kamu kok murung lagi sih?" Kata Menny. "Anak nakal itu atau Mark selalu mengganggu."Jawab Elina. "Sudah kubilang kamu biarin saja, kalau kamu tambah sebal nati dia makin suka mengganggumu." Jelas Menny.
Keesokan harinya, Mark telah menunggu di pintu gerbang. Elina terlihat bingung. "Elina maafkan aku ya, aku selalu mengejekmu maaf ya, bagaimana kalau kita jadi sahabat?" Kata Mark. "Ya sudah aku maafin dan kamu boleh jadi sahabatku." Jawab Elina. " Bagaimana caraku berhasil kan?" Kata Menny. "Ya, caramu berhasil terimakasih ya." Kata Elina. Akhirnya mereka pun menjadi sahabat dan tidak bermusuhan lagi.
3 komentar:
ya..lumayan bagus jg....
tapi judulnya jgn akirnya jd sahabat,nanti rg tw klo cerita2 belakangnya mereka akan jd sahabat.Tapi tetep bgs kok
ya..lumayan bagus jg....
tapi judulnya jgn akirnya jd sahabat,nanti rg tw klo cerita2 belakangnya mereka akan jd sahabat.Tapi tetep bgs kok
cerita awalnya sih, bagus. Bagian akhir mungkin perlu diperpanjang lagi, biar seru. Kembangin imajinasimu lagi, ya.
Poskan Komentar